MIsteri Keberadaan Alien

Posted: December 17, 2010 in Uncategorized

Misteri Bayi Alien Terjebak di Meksiko

Jumat, 28 Agustus 2009 22:56
E-mail Cetak PDF

//

Bayi Alien atau Hoax

// <![CDATA[

/*

// <![CDATA[

/*

  • Sebelumnya
  • 1 of 3
  • Selanjutnya

// <![CDATA[
var JAThumbnail = new Class({
initialize: function(wrapper){
this._next = wrapper.getElements('.next');
this._prev = wrapper.getElements('.prev');
this._counter = wrapper.getElement ('.counter .item');
this._items = wrapper.getElements('.thumbnail');
this._thumbbox = wrapper.getElement('.ja-thumbnail');
this._curr = 0;
if (!this._items || this._items.length <= 1) return;
this._firstrun = true;

this._items[this._curr].setStyle('opacity', 1);
this._items.each(function(item,i){
if (i != this._curr) this._items[i].setStyles({'opacity':0});
}.bind(this));

if (this._next) {
this._next.addEvent('click', function (){
this.firstrun();
var next = this._curr 0?this._curr-1:this._items.length-1;
if (this.fx) this.fx.stop();
this.fx = new Fx.Elements([this._items[this._curr],this._items[next], this._thumbbox]);
var h1 = this._thumbbox.getCoordinates().height;
var h2 = this._items[next].getCoordinates().height;
this.fx.start ({‘0’:{‘opacity’:[0]},’1′:{‘opacity’:[1]},’2′:{‘height’:[h2]}});
this._curr = next;
this._counter.innerHTML = this._curr + 1;
}.bind(this));
}
},
firstrun: function() {
if (this._firstrun) {
var coor = this._items[this._curr].getCoordinates();
this._thumbbox.setStyles ({‘width’:coor.width, ‘height’: coor.height});
this._items.setStyle (‘position’, ‘absolute’);
this._firstrun = false;
}
}
});
$$(‘.ja-thumbnailwrap’).each(function(wrapper){
new JAThumbnail (wrapper);
});
// ]]>Belakangan ini televisi Meksiko melaporkan sebuah peristiwa yang luar biasa: pada bulan Mei 2007 “bayi alien” yang masih hidup terperangkap di sebuah peternakan dan berhasil ditangkap. Ilmuwan kini mulai menyelidiki kejadian ini.

Surat kabar Jerman Bild website, menerbitkan sebuah artikel pada 24 Agustus berjudul “Misteri di Meksiko : Bayi Alien Terjebak”. Menurut Global Times yang mengutip artikel teresebut mengatakan, seorang Meksiko yang berumur 56-tahun pembawa acara terkenal bersama dengan seorang ahli UFO Jaime Maussan untuk pertama kalinya mengungkapkan secara terbuka  foto alien tersebut, ia mengatakan bahwa hal itu adalah benar!

Artikel tersebut mengatakan, Jaime Maussan secara tidak sengaja mengetahui keajaiban yang  terjadi di daerah terpencil di Meksiko tersebut. Namun, sampai akhir tahun lalu, petani tersebut baru bersedia menyerahkan makhluk tersebut ke universitas setempat untuk dilakukan  penelitian ilmiah, dan melaksanakan analisis komparatif DNA dan CT studi.

Diduga bahwa petani tersebut  saat menemukan bahwa bayi alien terjebak dalam perangkap bahkan mengeluarkan suara teriakan. Karena takut, awalnya mereka mencoba menenggelamkannya. Setelah mereka mencoba tiga kali baru berhasil. Pada ketiga kalinya mereka menenggelamkannya ke dalam air selama beberapa jam.

Petani setempat mengatakan bahwa saat itu masih ada makhluk kehidupan yang mirip berada di tempat yang sama, tetapi ketika para petani  mendekati perangkap, ia kemudian melarikan diri.

Penelitian terhadap makhluk kehidupan tersebut mengungkapkan, makhluk itu tidak termasuk makhluk kehidupan apa pun yang dikenal di bumi. Struktur fisik mereka mirip dengan karakteristik kadal (misalnya, tidak ada akar gigi, bisa bertahan lama dalam air), tetapi ada bagian yang mirip manusia (seperti beberapa sendi). Kepala makhluk kehidupan tersebut sangat besar – khusus bagian otak belakang, dengan manusia sebagai contoh, posisi ini adalah tempat bagian untuk belajar dan mengingatan. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa makhluk ini memiliki pikiran yang sangat cerdas.

Di daerah tersebut sering kali ada laporan saksi mata tentang UFO, dengan demikian, orang mencurigai  bahwa makhluk itu “alien kecil”, ia secara sengaja atau tidak sengaja ditinggalkan oleh pengunjung manusia planet di bumi. Pembawa acara terkenal Meksiko bersama dengan ahli UFO Jaime Maussan akan melanjutkan penyelidikannya.

UFO Sebelumnya

Sekitar pukul 22:00 waktu setempat pada 23 Agustus, satu benda terbang tak dikenal (UFO) terlihat di udara di atas Jalan Beibei Binjiang di Chongqing, China.

UFO tersebut berbentuk “V” dan warnanya berubah mulai dari merah, biru, hijau, kuning sampai putih dengan jeda singkat. Ratusan orang menyaksikannya tapi tak seorang pun mendengar suara yang dikeluarkan oleh benda asing itu atau peralatan pendorongnya.

Selama setengah jam UFO tersebut terlihat, satu pesawat sipil melintas. Para saksi mata membandingkan pesawat sipil itu dengan UFO dan mendapati bahwa UFO jelas terbang pada tempat yang lebih tinggi.

Setelah terbang sekitar setengah jam, batas luar UFO mulai berkelap-kelip lalu benda asing tersebut menghilang di dalam kegelapan malam.(erb/sbl)

Misteri Tentang Alien Dan Borobudur Serta Piramida

Posted by YaNoWa on Sunday, September 21, 2008, 18:08
Artikel ini termasuk kategori: Sains dan memiliki 7 Komentar sejauh ini.
// submit to infogue

 

Banyak orang telah mengenal piramida. Piramida adalah bangunan modern pada masa purba yang terdapat di Mesir. Bangunan ini disusun bertingkat, makin ke atas makin kecil. Piramida terdiri atas ribuan bongkahan batu. Tiap batu mempunyai berat sekitar dua ton. Diperkirakan berat sebuah piramida mencapai jutaan ton. Bila dideretkan maka panjang batu pada piramida Cheops, piramida terbesar di Mesir, melebihi panjang pantai Amerika dari utara ke selatan.

Oleh Djulianto Susantio

Piramida


Bagaimana membuat piramida, berapa lama waktu untuk menyelesaikannya, dan berapa banyak orang yang mengerjakannya? Sejak lama para pakar masih belum bisa memberikan jawaban memuaskan. Hanya sebagian misteri yang berhasil diungkapkan, antara lain oleh arkeolog Inggris Howard Carter terhadap makam Tutankhamen di dalam sebuah piramida.
Carter dan tim ekspedisinya menemukan terowongan berikut tangga yang tersusun rapi dan sejumlah catatan tertulis. Di dalam terowongan itu terdapat makam raja dan keluarganya yang mayatnya sudah diawetkan (mumi). Perhiasan emas, prasasti yang berisi kutukan, dan gambar dinding. Perlu waktu puluhan tahun untuk melakukan ekskavasi di sini.

Eksperimen
Banyak pakar menduga piramida dibangun dari bagian bawah terus ke atas. Tangga naik, untuk meletakkan batu-batu di atasnya, menggunakan punggung bukit. Setelah bagian tertinggi rampung, maka bukit tersebut dipangkas habis. Dengan demikian yang tersisa hanyalah piramida.

Yang masih sukar diperkirakan adalah bagaimana membawa batu seberat dua ton ke atas. Kalau dengan kerekan, berapa besar kerekannya? Kalau dengan batang pohon, bagaimana menggelindingkan batu yang demikian berat itu? Masalahnya, salah perhitungan sedikit saja, nyawa terancam melayang. lni karena bentuk piramida Mesir sangat landai, tidak berundak sebagaimana piramida Amerika Selatan.
Ditafsirkan, piramida dikerjakan selama berpuluh-puluh tahun. Bahan bangunan kemungkinan besar berasal dari sepanjang sungai Nil dan daerah-daerah di sekitar tempat piramida berdiri.

Beberapa tahun lalu pakar-pakar Jepang, Prancis, dan negara-negara maju pemah melakukan eksperimen untuk membuat piramida tiruan. Mereka menggunakan alat-alat berat dan alat-alat modern, termasuk helikopter sebagai alat pengangkut batu.
Pada tahap pertama. mereka mengawalinya dari bagian bawah. Ternyata pembangunan piramida tidak rampung. Begitu pula ketika dimulai dari bagian atas.
Mengapa teknologi masa kini tidak mampu menyaingi teknologi purba? Benarkah pekerja-pekerja Mesir dulu dibantu tenaga gaib para jin dan dewa sehingga berhasil mendirikan bangunan supermonumental itu?

Piramida Mesir tidak dibuat sembarangan. Ada kaidah-kaidah tertentu yang harus ditaati. Pada bagian atas piramida terdapat sebuah lubang. Lubang ini menghadap ke arah matahari terbit. Hal ini tentu dimaklumi karena bangsa Mesir purba menganggap dewa Ra (Matahari) sebagai dewa tertinggi. Uniknya, bila bentuk piramida direbahkan ke atas tanah, maka sudut-sudutnya tepat berada di garis lingkaran. Dengan adanya bentuk demikian disimpulkan bahwa pembangunan piramida direncanakan dengan teliti. Apalagi
bayangan matahari pada piramida tadi menunjukkan musim-musim yang ada di tanah Mesir.
Menurut sejumlah ahli Egyptotogi (pengetahuan tentang sejarah dan kebudayaan Mesir), makna simbolis pada piramida begitu besar. Tulisan-tulisan hieroglif menyiratkan ada unsur magis pada bangunan itu.

Candi Borobudur

Tahun 1930-an W.O.J. Nieuwenkamp pernah memberikan khayalan ilmiah terhadap Candi Borobudur. Didukung penelitian geologi, Nieuwenkamp mengatakan bahwa Candi Borobudur bukannya dimaksud sebagai bangunan stupa melainkan sebagai bunga teratai yang mengapung di atas danau. Danau yang sekarang sudah kering sama sekali, dulu meliputi sebagian dari daerah dataran Kedu yang terhampar di sekitar bukit Borobudur. Foto udara daerah Kedu memang memberi kesan adanya danau yang amat luas di sekeliling Candi Borobudur.

Menurut kitab-kitab kuno, sebuah candi didirikan di sekitar tempat bercengkeramanya para dewa. Puncak dan lereng bukit, daerah kegiatan gunung berapi, dataran tinggi, tepian sungai dan danau, dan pertemuan dua sungai dianggap menjadi lokasi yang baik untuk pendirian sebuah candi.

Candi Borobudur didirikan dekat pertemuan Sungai Eto dan Progo di dataran Kedu. Tanpa bantuan peta sulit bagi kita sekarang untuk mengenali kedua sungai itu. Untuk menentukan lokasi candi mutlak diperlukan pengetahuan geografi dan topografi yang benar-benar handal. Sungguh mengagumkan nenek moyang kita sudah memiliki pengetahuan seperti itu.

Bangunan Candi Borobudur dianggap benar-benar luar biasa. Bahan dasarnya adalah batuan yang mencapai ribuan meter kubik jumlahnya. Sebuah batu beratnya ratusan kilogram. Hebatnya, untuk merekatkan batu tidak digunakan semen. Antarbatu hanya saling dikaitkan, yakni batu atas-bawah, kiri-kanan, dan belakang-depan.

Yang mengagumkan, bila dilihat dari udara, maka bentuk Candi Borobudur dan arca-arcanya relatif simetris. Kehebatan lain, di dekat Candi Borobudur terdapat Candi Mendut dan Candi Pawon. Ternyata Borobudur, Mendut, dan Pawon jika ditarik garis khayat, berada dalam satu garis lurus. Maka kemudian orang mereka-reka bahwa pembangunan Candi Borobudur juga dibantu para jin, dewa, dan ”orang pintar” lainnya.

Angkasa Luar

Tahun 1970-an muncul Erich von Daniken, seorang pengarang fiksi ilmiah (science fiction), yang bukunya sangat populer. Beberapa karyanya seperti Kereta Perang Para Dewa, Kembalinya Bintang-Bintang, Emas Para Dewa, Mencari Dewa-Dewa Kuno, dan Mukjizat Para Dewa berhasil membius jutaan pembacanya dengan khayalan yang sulit dipercaya namun dapat juga dicerna akal sehat.

Di dataran tinggi Nazca (Peru), demikian awal kisah, terdapat sebuah lajur tanah rata yang panjangnya lebih dari 50 kilometer. Para arkeolog menafsirkannya sebagai ”jalan raya bikinan bangsa Inca”. Namun von Daniken menganggapnya sebagai ”landasan bandar udara untuk melayani penerbangan antarbintang”, apalagi dia berhasil mengaitkannya dengan sejumlah temuan arkeologi.

Dengan imajinasinya von Daniken mengatakan pasti ada planet lain yang dihuni oleh makhluk sejenis manusia. Penghuni planet itu adalah makhluk-makhluk yang kecerdasan otak dan peradabannya melebihi manusia biasa. Berpuluh-puluh ribu tahun yang lalu makhluk-makhluk ini berkunjung ke bumi mengendarai wahana antariksa yang dapat mengarung angkasa dengan kecepatan supertinggi. Ternyata khayalan von Daniken didukung oleh berbagai tinggalan arkeologi.

Pada sebuah peta dari Istana Topkapi di Turki, tergambar benua Amerika dan Afrika dengan di bawahnya daratan Antartika di kutub selatan. Penggambaran peta demikian hanya mungkin dilakukan melalui pemotretan dari jarak jauh di angkasa. Bila dicermati peta kuno itu sama benar dengan peta bikinan Angkatan Udara AS hasil proyeksi sama jarak dari titik tolak di Mesir.

Di Val Camonica (Italia) dan di Tassili (Gurun Sahara) terdapat lukisan dinding yang menggambarkan orang berpakaian seperti astronot zaman sekarang, lengkap dengan baju tebal dan helm. Bahkan helmnya menutupi seluruh kepala dan dilengkapi antena. Kalau begitu benarkah dulu pemah terjadi penerbangan angkasa luar yang dilakukan makhluk dari planet lain ke bumi?

Dalam perkembangannya makhluk dari angkasa luar itu berubah wujud menjadi tokoh dewa, sering dipuja masyarakat purba. Adanya dewa tergambar jelas dari mitologi dan berbagai kitab keagamaan di pusat-pusat kebudayaan kuno, seperti di Maya, Inca, Mesopotamia, India, Mesir, Yunani, Romawi, dan Indonesia. Dalam mitologi dan kitab keagamaan digambarkan para dewa bersemayam jauh di atas sana dan sewaktu-waktu dapat berkunjung ke bumi, baik dengan terbang secara langsung maupun menggunakan wahana antariksa.

Sampai kini kita belum dapat memberikan jawaban yang pasti apakah pembangunan piramida dan Candi Borobudur memang benar-benar dibantu makhluk dari angkasa luar ataukah keterampilan bangsa sekarang masih minim. Teori siapakah yang harus kita ikuti, teori von Daniken yang imajinatif dan bobot ilmiahnya kurang meyakinkan ataukah teori para arkeolog yang saintifik? Sayang teori yang saintifik itu masih misteri seperti halnya misteri yang masih menyelimuti piramida dan Candi Borobudur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s